Kenalan sama Sygma Yuk!

Istilah "Buku merupakan Jendela Dunia" memang tidak akan pernah mati sampai kapan pun. Hampir setiap orang menggunakan istilah tersebut untuk memberikan "pencerahan" bagi mereka yang merasa "malas" dan "bosan" apabila mereka mendengar kata "buku". Tapi tidak untuk semuanya ya, hanya kalangan mayoritas saja.
Tapi, tahukah kalian? untuk membuat satu buah buku diperlukanan proses yang cukup panjang, mulai dari penentuan konten hingga menyebarluaskan buku tersebut untuk sampai ke tangan pemiliknya saat ini, yaitu kalian.
Berbagai jenis penerbitan saling berlomba membuat ide menarik dan menuangkannya melalui bentuk tulisan untuk menarik pembelinya, namun hal itu tidaklah mudah. Salah satu penerbitan yang ikut berlomba ialah Sygma.
Logo Sygma.
Bagi kalian yang belum tahu, Sygma merupakan salah satu perusahaan bidang penerbitan produk Indonesia yang berlokasi di Jalan Babakan Sari Nomor 71, Babakan Sari, Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat. Sygma Creative Media Corp. atau biasa kita sebut sebagai Sygma ini, mengutamakan produk yang berkaitan dengan agama Islam. Target sasaran dari Sygma dimulai dari anak kecil hingga dewasa. Terlihat dari produknya yang sangat bervarian, mulai dari kitab suci, yaitu Al-Qur’an, buku cerita Islam bagi anak-anak, novel, dan sebagainya.
Sygma Creative Media Corp. memiliki beberapa produk unggulan, mulai dari ragam Al Qur’an, yang dilengkapi dengan inovasi dalam pengemasannya yang menarik, buku cerita untuk anak-anak seperti “Jika Aku Menjadi” yang dibuat dalam beragam judul, Juz ‘Amma Interaktif, My First Al Qur’an, buku cerita menarik dan menginspirasi bagi anak-anak, komik kisah para Nabi, dan masih banyak lagi.
Namun, melihat kondisi bidang usaha penerbitan yang makin tahun mulai menurun akibat perubahan era ke dunia digital, kini perusahaan ini mulai mengembangkan usahnya melalui empat anak perusahaan yang berada di bawahnya, yaitu Sygma Media Innovation, Sygma Exa Grafika, Sygma Daya Insani, dan Sygma Publisihing. Masing-masing berfokus pada produk unggulan yang berbeda.
Dalam jenjang karir yang dimiliki Sygma, cukup banyak penghargaan yang telah dimilikinya, Best Seller dan Best Innovation untuk Al Quran Hijaz Per Kata yang menjadi produk Quran Terbaik dengan total penjualan mencapai ratusan ribu eksemplar (2008-2011), Juara III Indigo Fellowship Telkom Indonesia untuk kategori Animasi dan Digital Comic melalui produk Aisyah and The Backbone (2011), Miracle E-Pen Syaamil Quran yang dinobatkan MURI sebagai E-Pen terlengkap tahun 2011 (2012), hingga Mendapatkan Penghargaan untuk Nokia Life Tools di event internasional: Telecom Business Innovation Award 2012 di London, UK (2012).
Untuk mencapai hal tersebut, Sygma memiliki budaya organisasi dengan julukan “MIRACLE”. Miracle merupakan singkatan dengan makna tertentu, yaitu:


Budaya Organisasi Miracle yang dipajang di Dinding Ruang Kerja.
  1. M sebagai Morality, seluruh anggota memiliki nilai moral yang tinggi pada diri masing-masing.
  2. I sebagai Innovation, seluruh anggota siap sedia untuk selalu berinovasi yang solutif terhadap suatu permasalahan.
  3. R sebagai Respect, seluruh anggota harus saling menghormati satu sama lainnya.
  4. A sebagai Accountability, setiap orang dalam anggota harus sadar akan tanggung jawabnya masing-masing dan memahami benar tanggung jawab tersebut.
  5. C sebagai Communication, setiap anggota diharapkan untuk selalu berkomunikasi satu sama lain dalam berbagai situasi sehingga menciptakan situasi yang nyaman untuk bekerja.
  6. L sebagai Learning, setiap anggota akan selalu mendapatkan pembelajaran bagi dirinya dari berbagai kegiatan yang dilakukan ketika bekerja.
  7. E sebagai Excellence, seluruh produk yang telah dihasilkan selalu menjadi yang diunggulkan.
Budaya organisasi ini direalisasikan dalam berbagai hal. Terdapat kebiasaan yang selalu dilakukan oleh setiap anggota saat mereka hendak bekerja. Di pagi hari mereka disarankan untuk selalu menunaikan Shalat Dhuha, pengajian bersama setiap hari Rabu, hingga membaca Al-Qur’an bersama setiap harinya. Hal ini dilakukan agar setiap anggota senantiasa mengingat kewajibannya sebagai muslim di tengah kesibukannya saat bekerja. Selain itu, PT Sygma memproduksi produk yang sangat condong ke agama Islam, sehingga wajar saja apabila hal ini pun dilakukan oleh seluruh anggotanya.
Seluruh anggota memiliki peranannya masing-masing yang dibagi dalam berbagai divisi dalam memproduksi produk. Keseluruhan berawal dari ide kreatif yang kemudian dikembangkan bersama dan dikombinasikan dengan hal lainnya. Proses untuk mendapatkan ide kreatif tersebut cukup panjang, dimulai dari keharusan setiap anggota untuk selalu menyampaikan ide-idenya dalam masing-masing divisi. Hal ini dilakukan agar ide tersebut senantiasa muncul dan lebih mudah untuk dikembangkan dalam proses produksi.
Terdapat divisi yang secara khusus melakukan riset akan pasar khalayak saat ini. Riset dilakukan untuk mencari data akan kebutuhan khalayak, hal apa saja yang menjadi minat khalayak, hingga trend apa saja yang saat ini sedang berlangsung. Setelah itu, mereka akan menentukan konsep apa yang akan mereka produksi. Selain hasil riset, mereka pun dibantu dengan search engine untuk menentukan konsep tersebut. Contoh, mereka akan memproduksi suatu buku islami bagi kaum wanita. Maka mereka akan mencari bagaimana karakter dari wanita di era sekarang. Hal ini dilakukan agar konten yang mereka buat dapat langsung tepat sasaran.
Langkah selanjutnya, mereka akan membuat skrip ilustrasi, termasuk desain awal dari produk yang akan dibuat. Hal ini dilakukan hingga menemukan kesepakatan untuk selanjutnya direalisasikan sementara dalam bentuk prototype. Prototype ini akan dipresentasikan ke seluruh anggota lainnya sehingga penilaian (kritik dan saran) dapat langsung disampaikan dan akan langsung diproses untuk dibuat lebih menarik. Setelah itu, masuk ke tahap quality control. Pada tahap ini seluruh produk akan dicek sebelum didistribusikan ke khalayak.
Evaluasi selalu diadakan setiap setelah diterbitkan suatu produk. Evaluasi akan dilihat dari penilaian khalayak ketika mereka membeli produk tersebut. Apabila produk yang dibeli disukai dan tidak ada komplain sama sekali, maka produk akan dibuat kembali dalam jumlah tertentu. Namun apabila terdapat komplain, maka mereka akan melakukan diskusi ulang dan membuat beberapa revisi bagian tertentu untuk kemudian diproduksi ulang. Setiap produk yang dibuat memiliki rentang waktu tertentu. Namun mereka tetap menekankan bahwa suatu produk itu tidak melihat batasan bagi industri kreatif, hal ini dikarenakan suatu trend tidak memandang waktu.
Beberapa produk hasil Sygma.
Untuk informasi lebih lengkap, kalian bisa langsung mengunjungi website yang telah disediakan di http://sygmacorp.com/. apalagi buat kalian yang memang sudah tertarik dengan produk unggulan yang sudah mereka buat.

Komentar

Posting Komentar